Menyambut Pagi

Yang suka ingat mencantumkan embel-embel “Menyambut Pagi” di dunia persilatan ini adalah Momon dan pak Hamza…. Dengan senyum khasnya selalu menyapa “Hai, mbak Santi Menyambut Pagi….”

Sebagian tertawa, dikira becanda, tapi keknya emang dik Momon dan Bang Willy yang masih ingat dengan kata Menyambut Pagi ini.

Mmm…

Tempo hari, seorang kenalan baru dari Kadin mencoba menyimpan kontak, “Saya harus menyimpan namanya sebagai Santi siapa, mbak ?”

“Santi Menyambut Pagi” …. eh, si Bapak ketawa terkekeh juga. Saya jawabnya tanpa embel-embel cengengesan padahal. Tapi, jadi begini ….

Behind the scene………

Menyambut Pagi adalah bayi yang lahir karena berkantor di dekat Pasar Legi. Dan, jelas bukan saya yang memberi nama. Pemberi nama memang orangnya ‘romantis’ ? nope….big no no. ‘Puitis ?’….hm…mungkin. Beliau punya anak, nama anaknya keren : Rantas Hati. 

Kebayang sih, nama itu bermuasal karena hati si Bapak yang dirantaskan Emaknya, So, udah cukup membayangkan kadar kepuitisan Bapak ini ?

Hmm….sorry dory ikan teri, di mata saya, bapak ini jauh dari romantis, jauh lebih romantis dengan pencipta font “Autumn in November” rasa-rasanya, entah mungkin ini ser-ser an saya semata, tapi emang nyatanya si pemberi nama ini garing bahkan anyep, se anyep ubin lantai rumah sakit bagian kamar mayat. Piss, cak !!!!!

Lebih romantis dengan lelaki yang menggandeng tangan saya  kemanapun saya melangkah dan berseloroh “kalau cuman bh saja, aku bisa beliin” ….eiiiiuhhhh. Hati saya ambyar mendengarnya….sayangnya, yang nawari tersebut lelaki yang hidup dalam bayang-bayang saya semata. Eim!

Back to Menyambut Pagi…. Menyambut Pagi adalah nama perusahaan. Yes, ada aktanya, ada kantornya, meski kantornya lebih banyak dipakai diskusi klenik dan spiritual serta rasan-rasan aneka rasa tembako oleh simbah-simbah, yang jika saya sebutkan namanya di sini, akan ada yang membully saya setiap hari “ulaaaaaaaaaaalaaaaaaaaa…adek, ada Iwan Fals di sana…..”(duh, kelepasan)

Yes, kantor Menyambut Pagi, adalah markas para simbah-simbah ganteng (pada jamannya), memiliki fans cewek-cewek se antero jagat di Indonesia (lebay but true), populer, beberapa pemain film nasional, ganteng bedzzzzzzz ketimbang M.Damsyik, Barry Prima utawa Advent Bangun, dan sayangnya 1 diantaranya telah almarhum setelah membantu saya di event Tour de Prambanan 2019. Al Fatihah….

One Comment:

Add comment: